Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Juli 2016

WASPADA!! Kartu BPJS Kesehatan Palsu Telah Beredar


Kartu BPJS asli (kiri) dan kartu BPJS palsu (kanan) yang beredar Kabupaten Bandung Barat diperlihatkan warga di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/7).
Besarnya potensi keuntungan yang bisa dikeruk dari sektor kesehatan memicu munculnya pelbagai kejahatan yang menyasar lingkungan tersebut. Setelah dugaan korupsi di Subang, Jawa Barat, dan kasus peredaran vaksin palsu di Bekasi dan Jakarta, kini kabar mengenai keberadaan kartu BPJS Kesehatan palsu menyeruak dari Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Dilansir sejumlah media, di antaranya JPNN, pada Minggu (24/7), kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditemukan di Kecamatan Padalarang. Kepalsuan kartu jaminan itu tersibak setelah sang pemegang, yakni Budiyanto, 36 tahun, tidak diterima berobat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Padahal, tulis laman tersebut, pembuatan kartu miliknya ditawarkan secara massal di desanya.

"Untuk buat kartu BPJS itu warga bayar Rp 100 ribu per orang. Sekali bayar kartu itu berlaku selama dua tahun. Tapi saat mau digunakan oleh Pak Budiyanto yang terkena penyakit meningitis, ternyata kartu BPJS itu tidak bisa digunakan karena Pak Budiyanto tidak terdaftar sebagai peserta BPJS," kata Ketua RT 03, Ade, seperti dikutip JPNN.

Masih dari media yang sama, pembuatan kartu BPJS itu, kata Ade, adalah program subsidi dari Dompet Duafha bagi warga miskin. Pembuatannya diurus oleh sukarelawan kesehatan Desa Kertajaya berinisial BN sekitar delapan bulan yang telah lewat.

"Uang pendaftarannya dulu dikumpulkan di bendahara desa. Setiap RW rata-rata mendaftarkan 10 orang. Semuanya ada 23 RW di Desa Kertajaya. Artinya ada 230 orang warga Desa Kertajaya yang kemungkinan mendapatkan kartu BPJS palsu," kata Ade.

Pihak rumah sakit CIbabat, yang diwakili sang direktur utama, Trias Nugrahadi, menyatakan kartu palsu itu punya tampilan mirip dengan kartu BPJS Kesehatan asli. Namun, menurutnya, dilansir Kompas, sistem tidak dapat membaca nomor dan barcode pada kartu lancung itu. Ujungnya, proses transaksi selalu gagal. 

"Kasus ini baru pertama kali terjadi di RS Cibabat. Semoga tidak ada kasus lain," ujar TriasMinggu (24/7).

Berbeda dari Budiyanto, warga lain dari desa asal pria itu tertolak ketika akan berobat di Puskesmas setempat. Pihak yang menolak beralasan warga bersangkutan tidak terdaftar sebagai peserta. 

Pernyataan dilontarkan oleh BPJS Kesehatan ihwal terbitnya kartu abal-abal itu. Menurut lembaga itu, sebagaimana lansiran Detik, warga yang ragu mengenai ketulenan kartunya dapat mengecek lewat aplikasi BPJSK unduhan. 

"Kartu BPJS Kesehatan palsu tidak akan teridentifikasi dalam master file BPJS Kesehatan karena nama peserta dan nomor kartu akan berbeda sehingga tidak bisa digunakan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Eksternal dan Humas BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, dikutip Detik

Sosok yang sama juga berujar, pengurusan "kartu dan permintaan informasi harap tidak melalui calo. Hubungi kantor BPJS Kesehatan terdekat atau call center 1500400, 24 jam.'

Lantas, di tingkat praktis, bagaimana cara mengetahui keaslian kartu BPJS Kesehatan? Laman Okezone memuat sejumlah poin mengenainya:

1. Kartu asli BPJS Kesehatan perorangan, miliki gambar pulau-pulau di Indonesia, sedangkan kartu yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bandung Barat tersebut polos.

2. Di balik kartu BPJS asli, tertera tiga peraturan pemakaian penggunaan kartu BPJS. Sedangkan kartu BPJS palsu, memiliki delapan peraturan penggunaan kartu yang disebut dalam peraturan tersebut, yakni E-id BPJS.

3. Hasil cetak kartu asli jelas, sedangkan yang palsu nampak asal-asalan. 

4. Barcode BPJS palsu terlihat tidak beraturan atau berantakan.
Habis vaksin palsu, terbit kartu BPJS Kesehatan palsu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...esehatan-palsu

WASPADA!! Kartu BPJS Kesehatan Palsu Telah Beredar


Kartu BPJS asli (kiri) dan kartu BPJS palsu (kanan) yang beredar Kabupaten Bandung Barat diperlihatkan warga di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/7).
Besarnya potensi keuntungan yang bisa dikeruk dari sektor kesehatan memicu munculnya pelbagai kejahatan yang menyasar lingkungan tersebut. Setelah dugaan korupsi di Subang, Jawa Barat, dan kasus peredaran vaksin palsu di Bekasi dan Jakarta, kini kabar mengenai keberadaan kartu BPJS Kesehatan palsu menyeruak dari Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Dilansir sejumlah media, di antaranya JPNN, pada Minggu (24/7), kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditemukan di Kecamatan Padalarang. Kepalsuan kartu jaminan itu tersibak setelah sang pemegang, yakni Budiyanto, 36 tahun, tidak diterima berobat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Padahal, tulis laman tersebut, pembuatan kartu miliknya ditawarkan secara massal di desanya.

"Untuk buat kartu BPJS itu warga bayar Rp 100 ribu per orang. Sekali bayar kartu itu berlaku selama dua tahun. Tapi saat mau digunakan oleh Pak Budiyanto yang terkena penyakit meningitis, ternyata kartu BPJS itu tidak bisa digunakan karena Pak Budiyanto tidak terdaftar sebagai peserta BPJS," kata Ketua RT 03, Ade, seperti dikutip JPNN.

Masih dari media yang sama, pembuatan kartu BPJS itu, kata Ade, adalah program subsidi dari Dompet Duafha bagi warga miskin. Pembuatannya diurus oleh sukarelawan kesehatan Desa Kertajaya berinisial BN sekitar delapan bulan yang telah lewat.

"Uang pendaftarannya dulu dikumpulkan di bendahara desa. Setiap RW rata-rata mendaftarkan 10 orang. Semuanya ada 23 RW di Desa Kertajaya. Artinya ada 230 orang warga Desa Kertajaya yang kemungkinan mendapatkan kartu BPJS palsu," kata Ade.

Pihak rumah sakit CIbabat, yang diwakili sang direktur utama, Trias Nugrahadi, menyatakan kartu palsu itu punya tampilan mirip dengan kartu BPJS Kesehatan asli. Namun, menurutnya, dilansir Kompas, sistem tidak dapat membaca nomor dan barcode pada kartu lancung itu. Ujungnya, proses transaksi selalu gagal. 

"Kasus ini baru pertama kali terjadi di RS Cibabat. Semoga tidak ada kasus lain," ujar TriasMinggu (24/7).

Berbeda dari Budiyanto, warga lain dari desa asal pria itu tertolak ketika akan berobat di Puskesmas setempat. Pihak yang menolak beralasan warga bersangkutan tidak terdaftar sebagai peserta. 

Pernyataan dilontarkan oleh BPJS Kesehatan ihwal terbitnya kartu abal-abal itu. Menurut lembaga itu, sebagaimana lansiran Detik, warga yang ragu mengenai ketulenan kartunya dapat mengecek lewat aplikasi BPJSK unduhan. 

"Kartu BPJS Kesehatan palsu tidak akan teridentifikasi dalam master file BPJS Kesehatan karena nama peserta dan nomor kartu akan berbeda sehingga tidak bisa digunakan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Eksternal dan Humas BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, dikutip Detik

Sosok yang sama juga berujar, pengurusan "kartu dan permintaan informasi harap tidak melalui calo. Hubungi kantor BPJS Kesehatan terdekat atau call center 1500400, 24 jam.'

Lantas, di tingkat praktis, bagaimana cara mengetahui keaslian kartu BPJS Kesehatan? Laman Okezone memuat sejumlah poin mengenainya:

1. Kartu asli BPJS Kesehatan perorangan, miliki gambar pulau-pulau di Indonesia, sedangkan kartu yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bandung Barat tersebut polos.

2. Di balik kartu BPJS asli, tertera tiga peraturan pemakaian penggunaan kartu BPJS. Sedangkan kartu BPJS palsu, memiliki delapan peraturan penggunaan kartu yang disebut dalam peraturan tersebut, yakni E-id BPJS.

3. Hasil cetak kartu asli jelas, sedangkan yang palsu nampak asal-asalan. 

4. Barcode BPJS palsu terlihat tidak beraturan atau berantakan.
Habis vaksin palsu, terbit kartu BPJS Kesehatan palsu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...esehatan-palsu

Jumat, 22 Juli 2016

Marah Kena Tilang, Oknum TNI Tonjok Polisi Lalu Lintas Samapi Bibirnya Berdarah




Seorang oknum anggota TNI berlaku preman tidak terima ditilang aparat kepolisian. Bukannya mengaku salah dan terima tilang, oknum anggota TNI ini malah mengamuk dan memukul petugas di lapangan.

Peristiwa ini sempat menyita perhatian pengguna Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kampus Universitas Muhammadiyah. Petugas nahas yang kena pukul itu diketahui bernama Aiptu Zl, anggota PJR Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel.

Akibat perbuatan oknum tersebut, Aiptu ZL mengalami luka robek dibibirnya dan harus menjalani perawatan. Sementara oknum tersebut justru pulang dan berjanji akan mendatangi kantor PJR Polda Sumsel, di kawasan Plaju usai kejadian.

Panit PJR Ipda Edi Mulyono mengatakan, kejadian bermula saat Aiptu ZL menghentikan laju kendaraan pelajar SMP yang berboncengan mengendarai sepeda motor jenis matic tanpa mengenakan helm.

Ketika itu, Aiptu ZL meminta kepada pelajar tersebut untuk menunjukkan kelengkapan kendaraan. Rupanya, saat itu pelajar tersebut tak mampu menunjukkan surat menyurat dengan dalih ketinggalan di rumah.

Saat itu, Aiptu ZL langsung menindak pelajar tersebut dengan melakukan penilangan. Rupanya, tak lama berselang datanglah sang oknum yang mengaku berpangkat Pelda tersebut.

"Awalnya ngobrol baik-baik, tapi tiba-tiba langsung menonjok," kata Ipda Edi, yang pada saat kejadian berada di lokasi, Rabu (20/7/2016).

Melihat peristiwa itu, Ipda Edi langsung melerai dan menenangkan anggota TNI tersebut. "Kejadian ini juga membuat kemacetan makin parah. Harusnya oknum tersebut bicara baik-baik, karena kami ini bertugas," terangnya.

Rencananya, PJR Dirlantas Polda Sumsel akan melaporkan kejadian ini ke Detasemen Polisi Militer sebagai tindak lanjut. Termasuk melaporkan perkara penganiayaan tersebut ke Polresta Palembang.

"Kami sampaikan ke pimpinan, dan akan dilanjutkan," terangnya.

Berbeda dengan M Khadafi, mahasiswa sekaligus saksi yang melihat kejadian itu mengatakan, kejadian berawal saat Aiptu ZL menyetop laju kendaraan warga. Ketika di setop, rupanya warga tersebut justru jatuh dari kendaraannya.

"Warga itu meminta izin kepada polisi untuk berobat dulu, tapi polisi itu tidak mengizinkan dan justru menilang. Setelah itu langsung terjadi perkelahian itu," pungkasnya.


(san)

Kamis, 30 Juni 2016

5 Tanda Malam Laitul Qadar


Apa Tanda - Tanda Malam Laitul Qadar ......?

Mendapatkan berkah Lailatul Qadar adalah harapan dari kita semua umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa. Sebab, kemuliaan malam itu akan membawa kita kepada keberkahan abadi, karena malam itu lebih baik dari 1000 bulan.
Namun tidak semua kita mendapatkan keberkahan itu, karena hanya orang-orang pilihan dan benar-benar bersungguh-sunguh menjalankan ibadahlah yang mendapatkannya. Namun tahu kah anda Lailatur Qadar bisa turun di mana saja, dan siapa saja yang mendapatkannya. Karena di malam 10 terakhir Ramadan adalah malam Lailatul Qadar.
Selalu ganjil yakni antara 21, 23, 25, 27, dan 29.
Adapun tanda-tanda bermacam-macam dari cerita kita orang awam, tetapi ada keyakinan bahwa tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menyalak, dan beberapa tanda yang jelas batil dan rosak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil.
Berikut tanda - tanda malam lailatul qadar :






Assalamualaikum Akhi dan Ukhti.
Semoga kita dapat meraih malam lailatul qadar. Aamiin....
Share ya agar tersimpan di Fb Akhi dan Ukhti 

Jumat, 17 Juni 2016

Uni Eropa Cabut Larangan Terbang Tiga Maskapai Penerbangan Indonesia



JOS NEWS JAKARTA — Pemerintah Indonesia menyambut baik keputusan Uni Eropa (UE) yang mencabut larangan terbang bagi tiga maskapai penerbangan Indonesia.

Ketiganya yaitu Citilink, Lion Air, dan Batik Air. Keputusan ini diambil setelah pertemuan Air Safety Committee UE pada awal bulan ini. Larangan terbang Uni Eropa bagi maskapai penerbangan Indonesia pertama kali diberlakukan pada 2007 lalu.

Selanjutnya, Uni Eropa secara bertahap mencabut larangan terbang bagi beberapa maskapai penerbangan Indonesia pada 2009 dan 2011. Yaitu maskapai Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Indonesia Air Asia, dan Ekspres Transportasi Antarbenua.



“Keputusan pencabutan ini adalah refleksi dari pencapaian diplomasi dan upaya-upaya Indonesia di bidang teknis untuk meningkatkan dan memperkuat keselamatan penerbangan Indonesia,” ujar Menlu Retno LP. Marsudi melalui keterangan persnya, Jumat (17/6).

Retno mengatakan, kunjungan Presiden Joko Widodo ke Uni Eropa (Brussel) pada 21 April 2016 lalu, para pimpinan di kedua pihak membahas upaya peningkatan kerja sama Indonesia dan Uni Eropa di bidang transportasi udara.

Itu termasuk pembahasan mengenai kemungkinan dikeluarkannya maskapai penerbangan Indonesia dari daftar larangan terbang. Dalam konteks kerja sama ini, UE telah mengirim tim teknisnya untuk melaksanakan on-site evaluation di Indonesia pada April 2016.

Sebagai tindak lanjut, otoritas Indonesia bersama dengan perwakilan dari ketiga maskapai penerbangan telah diundang pada pertemuan Air Safety Committee di Brussel pada akhir Mei-awal Juni 2016. Dalam pertemuan itu, tiga maskapai mempresentasikan kemajuan dari penanganan keselamatan penerbangan Indonesia.

“Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan industri penerbangan tercepat di dunia dan keputusan UE itu menunjukkan kepercayaan kepada otoritas dan maskapai penerbangan Indonesia,” imbuh Retno.

Keputusan ini juga diharapkan bisa memberikan manfaat bagi kedua pihak. Seperti perluasan akses pasar bagi maskapai penerbangan Indonesia dan memberikan lebih banyak pilihan penerbangan bagi konsumen Eropa.

Indonesia juga menyambut baik kerja sama yang terjalin dengan UE dan beberapa negara anggotanya. Perkembangan baru ini juga diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi pola kerja sama di masa datang. (flo/jpnn)


Akhirnya Pencipta Bitcoin Mengakui dan menampakan diri dimedia.




Jos News, Jakarta - Sampai saat ini, siapa penemu Bitcoin yang sebenarnya masih menjadi spekulasi. Beberapa tahun lalu sempat beredar kabar bahwa seorang pria bernama Satoshi Nakamoto  adalah penemu Bitcoin.

Sayangnya, ketika itu Nakamoto enggan menjelaskan lebih lanjut perihal mata uang digital yang sempat menghebohkan dunia tersebut.
Namun, kabar terbaru menyebutkan ternyata Nakamoto yang dimaksud beberapa tahun lalu bukanlah pencipta Bitcoin.

Advertising Here