Tampilkan postingan dengan label healthy.. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label healthy.. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juni 2016

6 Langkah Mengendalikan Nafsu Di Bulan Puasa

 

Seks memang menjadi aktivitas yang paling menyenangkan. Tak khayal banyak orang yang ketagihan ingin melakukannya lagi. Sayangnya, gairah seksual terkadang tak bisa dilampiaskan saat itu juga karena pasangan sedang ke luar kota atau sakit keras. 
Tak hanya itu saja, gairah seks juga terpaksa dikontrol saat pasangan tidak mood untuk bercinta. Kondisi ini tentu saja sangat “menyiksa” terutama pada Anda yang dorongan seksualnya sangat tinggi. Hal ini bukanlah masalah sepele karena bisa saja membuat Anda frustasi saat kebutuhan biologis tak bisa terpenuhi. Jika Anda belum memiliki pasangan atau sedang berjauhan dengan pasangan sebaiknya lakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk mengontrol libido, seperti beberapa langkah berikut ini: 




Langkah 1 
Bila dorongan seks Anda terlalu tinggi (hiperseksual) segeralah konsultasikan ke dokter. Tingginya dorongan seks juga dapat menjadi tanda gangguan mental seperti gangguan bipolar atau kanker adrenal. Jika Anda mengalami kecanduan seks maka dokter akan merekomendasikan Anda pada terapis profesional dan memberikan beberapa obat yang efektif menekan libido. 




Langkah 2 
Jangan menonton film porno atau membaca buku erotis karena hanya akan meningkatkan dorongan seksual. Sebaiknya hindari hal-hal yang bisa menimbulkan gairah seksual. 



Langkah 3 
Lakukan olahraga. Buatlah tubuh Anda sibuk dan aktif sehingga Anda tidak terlalu merasa frustasi. 



Langkah 4 
Jika mulai terangsang jangan lakukan masturbasi. Fokuskan pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak berbau seks dan lakukan aktivitas lain hingga perasaan tersebut hilang. 



Langkah 5 
Dekatkan diri Anda dengan pasangan melalui cara lain seperti melakukan aktivitas hobi bersama pasangan. Misalnya, bergabung dengan komunitas hobi atau menjadi relawan kegiatan sosial. 



Langkah 6 
Hentikan konsumsi alkohol atau obat terlarang, terutama bila kebiasaan tersebut dapat mengurangi kesadaran dan mengakibatkan Anda melakukan sesuatu yang buruk.

Jumat, 22 April 2016

Ternyata, Selama Ini Kita Salah Dalam Mem-Bedong Anak!!



“Kalo gak dibedong nanti kakinya bengkok loh, jangan lupa harus rapat bedongnya biar lurus kakinya“. Mungkin Mamy pernah mendengar kata-kata tersebut atau bahkan mengalaminya sendiri.
Kegiatan membedong (swaddling) umum dilakukan pada bayi baru lahir. Pada umumnya sebelum mulai membedong, kaki si Kecil ditekan dan diluruskan dengan harapan mencegah kaki si Kecil dikemudian hari berbentuk O .
Padahal ketika kaki si Kecil yang masih berupa tulang rawan ditekan dan dipaksa diluruskan kemudian dibedong dengan ketat maka dapat menyebabkan hip dysplasia (kegagalan sendi panggul untuk berkembang secara normal) dan hip dislocation (dislokasi panggul). Selain itu membedong dengan ketat juga dapat mengganggu si Kecil untuk bernapas dengan normal.
Perlu diketahui bahwa hampir semua bayi lahir dengan kaki melengkung, hal itu disebabkan oleh keterbatasan ruang gerak di dalam perut, Saat si Kecil mulai siap berjalan dan bobot tubuh yang ditumpu pada kaki semakin bertambah, tulang akan menguat secara alami. Pada awal mulai berjalan mungkin masih menampakkan bentuk O pada kaki karena ia menekuk lutut untuk membantu keseimbangan dan menopang bobot tubuhnya. Jangan mengkhawatirkan bentuk kaki O kecuali jika kaki si Kecil sangat melengkung atau lengkungan kaki kiri dan kanan tidak sama, atau lengkungan kaki semakin bertambah setiap hari.
Oleh karena itu apabila membedong si Kecil, sebaiknya Mamy memahami bahwa tujuan utamanya adalah untuk menghangatkan dan memberi kenyamanan terutama pada bayi baru lahir. Yuk share informasi bermanfaat ini agar bias dilihat oleh Mamy yang lain ya 
Sumber : MamyPoko Indonesia

Kamis, 21 April 2016

Ini diantaranya 6 jenis makanan yang dapat membakar lemak-lemak berat




Berikut kami akan berbagi 6 makanan yang dapat membakar lemak, setelah 2 3 bulan anda akan hampir bisa melihat efeknya, tidak perlu susah susah pergi ke gym, diet, apalagi obat pelangsing. 




1. Daging Yang Telah Di Buang Lemaknya

Lemak pada daging bebek dan ayam yang telah dibuang adalah makanan terbaik untuk pembakaran lemak. Ini karena tubuh menggunakan lebih banyak kalori untuk mecerna. Secara tak langusng proses pembakaran lemak dalam perut dapat di maksimumkan.




2. Telur
Tekur juga merupakan sumber protein yang seimbang dan sangat baik untuk membantu membakar lemak berlebihan. Ia juga menahan otot apabila anda kehilangan berat.




3. Cuka
Kandunagn Acid yang ada pada asam cuka dapat membantu badan mencerna lemak yang berlebihan. Cuka adalah pembakar lemak perut yang mengagumkan.




4. Limun
Buah-Buhan sejenis limun mampu meningkatkan tahap insulin dalam badan untuk membantu ada merasakan kurang lapar. Buah limun dan jeruk juga mengandung serat rendah kalori dan kadar air yang tinggi yang membantu anda merasa kenyang lebih lama




5. Cabai
Selain pedas, cabai juga bagus dalam meningkatkan metabolisme. Semakin tinggi kadar metabolisme, semakin cepat dan banyak yang dapat di bakar dalam tubuh kita.




6. Sereal 
Membantu mengawal kadar insulin di tahap yang rendah untuk meningkatkan metabolisme anda. Proses pembakaran perut dapat dilakukan. Semakin banyak lemak yang dibakar, semakin cepat berat badan anda berkurang.

Itu tadi adalah 6 Jenis makanan yang dapat membakar lemak pada tubuh anda. Anda biasa mengkonsumsi yang mana ? 

Rabu, 20 April 2016

15 Waktu, Keadaan dan Tempat DOA MUSTAJAB - Part 1

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:

Pada kesempatan ini, insya Allah kami akan menyebutkan waktu, keadaan, dan tempat dimana berdoa ketika itu sangat mustajab. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamiin.

Waktu, Keadaan, dan Tempat Dimana Berdoa Ketika Itu Mustajab sebagai berikut :

1. Malam Lailatul Qadr

Dalil yang menunjukkan bahwa malam lailatul qadr waktu mustajab untuk berdoa adalah firman Allah Ta’ala di surah Al Qadr, dan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha ketika ia berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku apa yang akan aku ucapkan jika aku mengetahui malam Lailatul Qadr?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبَّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Pemaaf dan Maha Pemurah. Engkau suka memaafkan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi dan ia menshahihkannya, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)



2. Sepertiga Malam Terakhir

Amr bin Anbasah meriwayatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Waktu yang paling dekat Allah kepada seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah, Nasa’i, dan Hakim).




3. Akhir Shalat Fardhu

Hal ini berdasarkan hadis Abu Umamah al-Bahiliy, bahwa ia berkata: Ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, doa mana yang lebih mustajab?” Beliau menjawab,

جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ المَكْتُوبَاتِ

“Di malam yang terakhir dan akhir shalat fardhu.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

Maksud akhir shalat fardhu ini, bisa sebelum salam dan bisa setelah salam, namun penulis lebih cenderung, bahwa maksudnya adalah sebelum salam, wallahu a’lam.





4. Antara Azan dan Iqamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Berdoa tidaklah ditolak antara azan dan iqamat.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)










5. Satu Waktu di Setiap Malam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu yang jika seorang muslim bertepatan waktu itu dalam keadaan meminta kepada Allah kebaikan tentang perkara dunia maupun akhirat kecuali Allah akan berikan kepadanya. Hal itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)





6. Ketika Azan Untuk Shalat Fardhu

Abu Dawud meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ، أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِينَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا

“Ada dua yang tidak ditolak atau jarang sekali ditolak, yaitu berdoa ketika azan (antara azan dan iqamat) dan ketika perang, yakni ketika kedua pasukan bercampur baur.” (HR. Abu Dawud dan Darimi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Al Hafizh berkata, “Hadis hasan shahih.”)





7. Ketika Turun Hujan

Imam Syafi’i meriwayatkan dalam al-Umm, 1:223-224 dengan sanadnya yang sampai kepada Makhul, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Beliau bersabda:

اُطْلُبُوا إِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوْشِ، وَإِقَامَةِ الصَّلاَةِ وَنُزُوْلِ الْمَطَرِ

“Carilah waktu pengabulan doa ketika pasukan berhadapan, ketika shalat ditegakkan, dan ketika hujan turun.” (Menurut Syaikh al-Albani bahwa isnad ini dha’if karena mursal-nya dan karena majhul-nya guru Imam Syafi’i, karena ia mengatakan “Telah menceritakan kepadaku orang yang saya tidak berprasangka buruk kepadanya” tanpa menyebutkan siapa namanya dan perkataan tersebut tidak berarti orang tersebut tsiqah, karena di antara gurunya ada yang muttaham (tertuduh), yaitu Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya al-Aslami, sedangkan dalam ilmu Musthalah dinyatakan, bahwa ucapan seseorang, “Telah menceritakan kepadaku orang yang tsiqah,” tidak bisa dipakai hujjah sampai diketahui orang itu ditsiqahkan. Meskipun begitu, menurut Syaikh al-Albani, hadis ini memiliki beberapa syahid dari hadis Sahl bin Sa’ad, Ibnu Umar, dan Abu Umamah yang ia sebutkan dalam at-Ta’liqur Raghiib (1:166). Hadis tersebut meskipun secara satuannya dha’if, tetapi jika dipadukan dengan hadis mursal ini dapat menjadi kuat dan naik ke derajat hasan insya Allah Ta’ala, lihat ash-Shahiihah no. 1469).



Next

Advertising Here