Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Juli 2016

NASIB TRAGIS YAHOO!



Yahoo diakuisis Verizon (Baca: Verizon Akusisi Yahoo! Senilai USD $4.83Miliar)...... Akhir tragis ikon internet yang begitu adi daya. Saya juga masih pakai email akun yahoo sampai sekarang.

Tragisnya Yahoo hanya diakusisi Verizon dengan nilai 65 Triliun. Padahal di tahun 2000, nilai Yahoo sekitar 1300 Triliun. Bahkan 6 tahun lalu Yahoo sempat ditawar Microsoft 650 Triliun. Ngga dilepas. Sekarang dilepas di harga 65 Triliun. Apes.

Kisah kejatuhan Yahoo adalah kisah kelam tentang innovator dilemma. Ketika jaya terbuai. Malas atau lupa bernovasi. Banyak analis yang mempertanyakan kenapa yang dulu melahirkan Facebook bukan Yahoo yang saat itu punya segalanya? Banyak analais yang tertegun kenapa yang melahirkan Instagram bukan Yahoo yang dulu punya flickr yang perkasa. Itulah misteri inovasi yang selalu penuh misteri. Sama dengan kekagetan kenapa Sony bisa tumbang dalam smartphone war? Padahal dulu Sony adalah raksasa elektronik dunia.

Selalu terjadi, saat jadi market leader, kecenderungan perusahaan raksasa selalu meremehkan pemain baru dan kecil. Noktah kecil doang kata Nokia saat android hadir. Mainan anak kampus doang kata Yahoo saat Facebook hadir. Saat Instagram hadir, Yahoo dengan flickr santai saja karena yakin dengan kebesaran dan kejayaan mereka.

Ternyata itu penyakit khas innovator. Terlalu yakin dengan produk sendiri. Cuek terhadap lawan baru dan kecil. Yahoo merasakannya hari ini dengan amat menyedihkan. Saat jaya Yahoo juga pernah ditawari membeli Google di tahun 2002 dengan harga 13 Triliun. Tapi Yahoo menolak dengan alasan kemahalan. Tahu berapa nilai Google sekarang? 8000 Triliun saja. Itulah takdir Yahoo batal dapat untung 8000 Triliun, malah harus dijual dengan harga hanya 65 Triliun. Creative Destruction: Anda harus rela mengubur produk sendiri, sebelum dilibas rival tanpa ampun.




Sumber: Bussiness Life

Senin, 25 Juli 2016

WASPADA!! Kartu BPJS Kesehatan Palsu Telah Beredar


Kartu BPJS asli (kiri) dan kartu BPJS palsu (kanan) yang beredar Kabupaten Bandung Barat diperlihatkan warga di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/7).
Besarnya potensi keuntungan yang bisa dikeruk dari sektor kesehatan memicu munculnya pelbagai kejahatan yang menyasar lingkungan tersebut. Setelah dugaan korupsi di Subang, Jawa Barat, dan kasus peredaran vaksin palsu di Bekasi dan Jakarta, kini kabar mengenai keberadaan kartu BPJS Kesehatan palsu menyeruak dari Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Dilansir sejumlah media, di antaranya JPNN, pada Minggu (24/7), kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditemukan di Kecamatan Padalarang. Kepalsuan kartu jaminan itu tersibak setelah sang pemegang, yakni Budiyanto, 36 tahun, tidak diterima berobat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Padahal, tulis laman tersebut, pembuatan kartu miliknya ditawarkan secara massal di desanya.

"Untuk buat kartu BPJS itu warga bayar Rp 100 ribu per orang. Sekali bayar kartu itu berlaku selama dua tahun. Tapi saat mau digunakan oleh Pak Budiyanto yang terkena penyakit meningitis, ternyata kartu BPJS itu tidak bisa digunakan karena Pak Budiyanto tidak terdaftar sebagai peserta BPJS," kata Ketua RT 03, Ade, seperti dikutip JPNN.

Masih dari media yang sama, pembuatan kartu BPJS itu, kata Ade, adalah program subsidi dari Dompet Duafha bagi warga miskin. Pembuatannya diurus oleh sukarelawan kesehatan Desa Kertajaya berinisial BN sekitar delapan bulan yang telah lewat.

"Uang pendaftarannya dulu dikumpulkan di bendahara desa. Setiap RW rata-rata mendaftarkan 10 orang. Semuanya ada 23 RW di Desa Kertajaya. Artinya ada 230 orang warga Desa Kertajaya yang kemungkinan mendapatkan kartu BPJS palsu," kata Ade.

Pihak rumah sakit CIbabat, yang diwakili sang direktur utama, Trias Nugrahadi, menyatakan kartu palsu itu punya tampilan mirip dengan kartu BPJS Kesehatan asli. Namun, menurutnya, dilansir Kompas, sistem tidak dapat membaca nomor dan barcode pada kartu lancung itu. Ujungnya, proses transaksi selalu gagal. 

"Kasus ini baru pertama kali terjadi di RS Cibabat. Semoga tidak ada kasus lain," ujar TriasMinggu (24/7).

Berbeda dari Budiyanto, warga lain dari desa asal pria itu tertolak ketika akan berobat di Puskesmas setempat. Pihak yang menolak beralasan warga bersangkutan tidak terdaftar sebagai peserta. 

Pernyataan dilontarkan oleh BPJS Kesehatan ihwal terbitnya kartu abal-abal itu. Menurut lembaga itu, sebagaimana lansiran Detik, warga yang ragu mengenai ketulenan kartunya dapat mengecek lewat aplikasi BPJSK unduhan. 

"Kartu BPJS Kesehatan palsu tidak akan teridentifikasi dalam master file BPJS Kesehatan karena nama peserta dan nomor kartu akan berbeda sehingga tidak bisa digunakan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Eksternal dan Humas BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, dikutip Detik

Sosok yang sama juga berujar, pengurusan "kartu dan permintaan informasi harap tidak melalui calo. Hubungi kantor BPJS Kesehatan terdekat atau call center 1500400, 24 jam.'

Lantas, di tingkat praktis, bagaimana cara mengetahui keaslian kartu BPJS Kesehatan? Laman Okezone memuat sejumlah poin mengenainya:

1. Kartu asli BPJS Kesehatan perorangan, miliki gambar pulau-pulau di Indonesia, sedangkan kartu yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bandung Barat tersebut polos.

2. Di balik kartu BPJS asli, tertera tiga peraturan pemakaian penggunaan kartu BPJS. Sedangkan kartu BPJS palsu, memiliki delapan peraturan penggunaan kartu yang disebut dalam peraturan tersebut, yakni E-id BPJS.

3. Hasil cetak kartu asli jelas, sedangkan yang palsu nampak asal-asalan. 

4. Barcode BPJS palsu terlihat tidak beraturan atau berantakan.
Habis vaksin palsu, terbit kartu BPJS Kesehatan palsu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...esehatan-palsu

WASPADA!! Kartu BPJS Kesehatan Palsu Telah Beredar


Kartu BPJS asli (kiri) dan kartu BPJS palsu (kanan) yang beredar Kabupaten Bandung Barat diperlihatkan warga di Bandung, Jawa Barat, Minggu (24/7).
Besarnya potensi keuntungan yang bisa dikeruk dari sektor kesehatan memicu munculnya pelbagai kejahatan yang menyasar lingkungan tersebut. Setelah dugaan korupsi di Subang, Jawa Barat, dan kasus peredaran vaksin palsu di Bekasi dan Jakarta, kini kabar mengenai keberadaan kartu BPJS Kesehatan palsu menyeruak dari Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Dilansir sejumlah media, di antaranya JPNN, pada Minggu (24/7), kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ditemukan di Kecamatan Padalarang. Kepalsuan kartu jaminan itu tersibak setelah sang pemegang, yakni Budiyanto, 36 tahun, tidak diterima berobat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi. Padahal, tulis laman tersebut, pembuatan kartu miliknya ditawarkan secara massal di desanya.

"Untuk buat kartu BPJS itu warga bayar Rp 100 ribu per orang. Sekali bayar kartu itu berlaku selama dua tahun. Tapi saat mau digunakan oleh Pak Budiyanto yang terkena penyakit meningitis, ternyata kartu BPJS itu tidak bisa digunakan karena Pak Budiyanto tidak terdaftar sebagai peserta BPJS," kata Ketua RT 03, Ade, seperti dikutip JPNN.

Masih dari media yang sama, pembuatan kartu BPJS itu, kata Ade, adalah program subsidi dari Dompet Duafha bagi warga miskin. Pembuatannya diurus oleh sukarelawan kesehatan Desa Kertajaya berinisial BN sekitar delapan bulan yang telah lewat.

"Uang pendaftarannya dulu dikumpulkan di bendahara desa. Setiap RW rata-rata mendaftarkan 10 orang. Semuanya ada 23 RW di Desa Kertajaya. Artinya ada 230 orang warga Desa Kertajaya yang kemungkinan mendapatkan kartu BPJS palsu," kata Ade.

Pihak rumah sakit CIbabat, yang diwakili sang direktur utama, Trias Nugrahadi, menyatakan kartu palsu itu punya tampilan mirip dengan kartu BPJS Kesehatan asli. Namun, menurutnya, dilansir Kompas, sistem tidak dapat membaca nomor dan barcode pada kartu lancung itu. Ujungnya, proses transaksi selalu gagal. 

"Kasus ini baru pertama kali terjadi di RS Cibabat. Semoga tidak ada kasus lain," ujar TriasMinggu (24/7).

Berbeda dari Budiyanto, warga lain dari desa asal pria itu tertolak ketika akan berobat di Puskesmas setempat. Pihak yang menolak beralasan warga bersangkutan tidak terdaftar sebagai peserta. 

Pernyataan dilontarkan oleh BPJS Kesehatan ihwal terbitnya kartu abal-abal itu. Menurut lembaga itu, sebagaimana lansiran Detik, warga yang ragu mengenai ketulenan kartunya dapat mengecek lewat aplikasi BPJSK unduhan. 

"Kartu BPJS Kesehatan palsu tidak akan teridentifikasi dalam master file BPJS Kesehatan karena nama peserta dan nomor kartu akan berbeda sehingga tidak bisa digunakan," ujar Kepala Departemen Komunikasi Eksternal dan Humas BPJS Kesehatan, Irfan Humaidi, dikutip Detik

Sosok yang sama juga berujar, pengurusan "kartu dan permintaan informasi harap tidak melalui calo. Hubungi kantor BPJS Kesehatan terdekat atau call center 1500400, 24 jam.'

Lantas, di tingkat praktis, bagaimana cara mengetahui keaslian kartu BPJS Kesehatan? Laman Okezone memuat sejumlah poin mengenainya:

1. Kartu asli BPJS Kesehatan perorangan, miliki gambar pulau-pulau di Indonesia, sedangkan kartu yang dimiliki masyarakat Kabupaten Bandung Barat tersebut polos.

2. Di balik kartu BPJS asli, tertera tiga peraturan pemakaian penggunaan kartu BPJS. Sedangkan kartu BPJS palsu, memiliki delapan peraturan penggunaan kartu yang disebut dalam peraturan tersebut, yakni E-id BPJS.

3. Hasil cetak kartu asli jelas, sedangkan yang palsu nampak asal-asalan. 

4. Barcode BPJS palsu terlihat tidak beraturan atau berantakan.
Habis vaksin palsu, terbit kartu BPJS Kesehatan palsu


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...esehatan-palsu

Kamis, 30 Juni 2016

5 Tanda Malam Laitul Qadar


Apa Tanda - Tanda Malam Laitul Qadar ......?

Mendapatkan berkah Lailatul Qadar adalah harapan dari kita semua umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa. Sebab, kemuliaan malam itu akan membawa kita kepada keberkahan abadi, karena malam itu lebih baik dari 1000 bulan.
Namun tidak semua kita mendapatkan keberkahan itu, karena hanya orang-orang pilihan dan benar-benar bersungguh-sunguh menjalankan ibadahlah yang mendapatkannya. Namun tahu kah anda Lailatur Qadar bisa turun di mana saja, dan siapa saja yang mendapatkannya. Karena di malam 10 terakhir Ramadan adalah malam Lailatul Qadar.
Selalu ganjil yakni antara 21, 23, 25, 27, dan 29.
Adapun tanda-tanda bermacam-macam dari cerita kita orang awam, tetapi ada keyakinan bahwa tanda-tanda lailatul qadar, diantaranya: pohon sujud, bangunan-bangunan tidur, air tawar berubah asin, anjing-anjing tidak menyalak, dan beberapa tanda yang jelas batil dan rosak. Maka dalam masalah ini keyakinan tersebut tidak boleh diyakini kecuali berdasarkan atas dalil.
Berikut tanda - tanda malam lailatul qadar :






Assalamualaikum Akhi dan Ukhti.
Semoga kita dapat meraih malam lailatul qadar. Aamiin....
Share ya agar tersimpan di Fb Akhi dan Ukhti 

Selasa, 14 Juni 2016

6 Langkah Mengendalikan Nafsu Di Bulan Puasa

 

Seks memang menjadi aktivitas yang paling menyenangkan. Tak khayal banyak orang yang ketagihan ingin melakukannya lagi. Sayangnya, gairah seksual terkadang tak bisa dilampiaskan saat itu juga karena pasangan sedang ke luar kota atau sakit keras. 
Tak hanya itu saja, gairah seks juga terpaksa dikontrol saat pasangan tidak mood untuk bercinta. Kondisi ini tentu saja sangat “menyiksa” terutama pada Anda yang dorongan seksualnya sangat tinggi. Hal ini bukanlah masalah sepele karena bisa saja membuat Anda frustasi saat kebutuhan biologis tak bisa terpenuhi. Jika Anda belum memiliki pasangan atau sedang berjauhan dengan pasangan sebaiknya lakukan beberapa perubahan gaya hidup untuk mengontrol libido, seperti beberapa langkah berikut ini: 




Langkah 1 
Bila dorongan seks Anda terlalu tinggi (hiperseksual) segeralah konsultasikan ke dokter. Tingginya dorongan seks juga dapat menjadi tanda gangguan mental seperti gangguan bipolar atau kanker adrenal. Jika Anda mengalami kecanduan seks maka dokter akan merekomendasikan Anda pada terapis profesional dan memberikan beberapa obat yang efektif menekan libido. 




Langkah 2 
Jangan menonton film porno atau membaca buku erotis karena hanya akan meningkatkan dorongan seksual. Sebaiknya hindari hal-hal yang bisa menimbulkan gairah seksual. 



Langkah 3 
Lakukan olahraga. Buatlah tubuh Anda sibuk dan aktif sehingga Anda tidak terlalu merasa frustasi. 



Langkah 4 
Jika mulai terangsang jangan lakukan masturbasi. Fokuskan pikiran Anda dengan hal-hal yang tidak berbau seks dan lakukan aktivitas lain hingga perasaan tersebut hilang. 



Langkah 5 
Dekatkan diri Anda dengan pasangan melalui cara lain seperti melakukan aktivitas hobi bersama pasangan. Misalnya, bergabung dengan komunitas hobi atau menjadi relawan kegiatan sosial. 



Langkah 6 
Hentikan konsumsi alkohol atau obat terlarang, terutama bila kebiasaan tersebut dapat mengurangi kesadaran dan mengakibatkan Anda melakukan sesuatu yang buruk.

Jumat, 22 April 2016

Ternyata, Selama Ini Kita Salah Dalam Mem-Bedong Anak!!



“Kalo gak dibedong nanti kakinya bengkok loh, jangan lupa harus rapat bedongnya biar lurus kakinya“. Mungkin Mamy pernah mendengar kata-kata tersebut atau bahkan mengalaminya sendiri.
Kegiatan membedong (swaddling) umum dilakukan pada bayi baru lahir. Pada umumnya sebelum mulai membedong, kaki si Kecil ditekan dan diluruskan dengan harapan mencegah kaki si Kecil dikemudian hari berbentuk O .
Padahal ketika kaki si Kecil yang masih berupa tulang rawan ditekan dan dipaksa diluruskan kemudian dibedong dengan ketat maka dapat menyebabkan hip dysplasia (kegagalan sendi panggul untuk berkembang secara normal) dan hip dislocation (dislokasi panggul). Selain itu membedong dengan ketat juga dapat mengganggu si Kecil untuk bernapas dengan normal.
Perlu diketahui bahwa hampir semua bayi lahir dengan kaki melengkung, hal itu disebabkan oleh keterbatasan ruang gerak di dalam perut, Saat si Kecil mulai siap berjalan dan bobot tubuh yang ditumpu pada kaki semakin bertambah, tulang akan menguat secara alami. Pada awal mulai berjalan mungkin masih menampakkan bentuk O pada kaki karena ia menekuk lutut untuk membantu keseimbangan dan menopang bobot tubuhnya. Jangan mengkhawatirkan bentuk kaki O kecuali jika kaki si Kecil sangat melengkung atau lengkungan kaki kiri dan kanan tidak sama, atau lengkungan kaki semakin bertambah setiap hari.
Oleh karena itu apabila membedong si Kecil, sebaiknya Mamy memahami bahwa tujuan utamanya adalah untuk menghangatkan dan memberi kenyamanan terutama pada bayi baru lahir. Yuk share informasi bermanfaat ini agar bias dilihat oleh Mamy yang lain ya 
Sumber : MamyPoko Indonesia

Rabu, 20 April 2016

15 Waktu, Keadaan dan Tempat DOA MUSTAJAB - Part 1

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Rasulullah, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikutinya hingga hari Kiamat, amma ba’du:

Pada kesempatan ini, insya Allah kami akan menyebutkan waktu, keadaan, dan tempat dimana berdoa ketika itu sangat mustajab. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan penulisan risalah ini ikhlas karena-Nya dan bermanfaat, Allahumma aamiin.

Waktu, Keadaan, dan Tempat Dimana Berdoa Ketika Itu Mustajab sebagai berikut :

1. Malam Lailatul Qadr

Dalil yang menunjukkan bahwa malam lailatul qadr waktu mustajab untuk berdoa adalah firman Allah Ta’ala di surah Al Qadr, dan hadis Aisyah radhiallahu ‘anha ketika ia berkata, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku apa yang akan aku ucapkan jika aku mengetahui malam Lailatul Qadr?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah:

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبَّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau adalah Tuhan Yang Maha Pemaaf dan Maha Pemurah. Engkau suka memaafkan, maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi dan ia menshahihkannya, Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)



2. Sepertiga Malam Terakhir

Amr bin Anbasah meriwayatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنَ العَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الآخِرِ، فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Waktu yang paling dekat Allah kepada seorang hamba adalah pada malam yang terakhir. Oleh karena itu, jika kamu sanggup berada pada waktu itu sebagai orang yang berdzikir kepada Allah, maka lakukanlah.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Hadis ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Khuzaimah, Nasa’i, dan Hakim).




3. Akhir Shalat Fardhu

Hal ini berdasarkan hadis Abu Umamah al-Bahiliy, bahwa ia berkata: Ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, doa mana yang lebih mustajab?” Beliau menjawab,

جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ، وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ المَكْتُوبَاتِ

“Di malam yang terakhir dan akhir shalat fardhu.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani)

Maksud akhir shalat fardhu ini, bisa sebelum salam dan bisa setelah salam, namun penulis lebih cenderung, bahwa maksudnya adalah sebelum salam, wallahu a’lam.





4. Antara Azan dan Iqamat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الدُّعَاءُ لَا يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Berdoa tidaklah ditolak antara azan dan iqamat.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)










5. Satu Waktu di Setiap Malam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu yang jika seorang muslim bertepatan waktu itu dalam keadaan meminta kepada Allah kebaikan tentang perkara dunia maupun akhirat kecuali Allah akan berikan kepadanya. Hal itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)





6. Ketika Azan Untuk Shalat Fardhu

Abu Dawud meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ، أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِينَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا

“Ada dua yang tidak ditolak atau jarang sekali ditolak, yaitu berdoa ketika azan (antara azan dan iqamat) dan ketika perang, yakni ketika kedua pasukan bercampur baur.” (HR. Abu Dawud dan Darimi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Al Hafizh berkata, “Hadis hasan shahih.”)





7. Ketika Turun Hujan

Imam Syafi’i meriwayatkan dalam al-Umm, 1:223-224 dengan sanadnya yang sampai kepada Makhul, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa Beliau bersabda:

اُطْلُبُوا إِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوْشِ، وَإِقَامَةِ الصَّلاَةِ وَنُزُوْلِ الْمَطَرِ

“Carilah waktu pengabulan doa ketika pasukan berhadapan, ketika shalat ditegakkan, dan ketika hujan turun.” (Menurut Syaikh al-Albani bahwa isnad ini dha’if karena mursal-nya dan karena majhul-nya guru Imam Syafi’i, karena ia mengatakan “Telah menceritakan kepadaku orang yang saya tidak berprasangka buruk kepadanya” tanpa menyebutkan siapa namanya dan perkataan tersebut tidak berarti orang tersebut tsiqah, karena di antara gurunya ada yang muttaham (tertuduh), yaitu Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya al-Aslami, sedangkan dalam ilmu Musthalah dinyatakan, bahwa ucapan seseorang, “Telah menceritakan kepadaku orang yang tsiqah,” tidak bisa dipakai hujjah sampai diketahui orang itu ditsiqahkan. Meskipun begitu, menurut Syaikh al-Albani, hadis ini memiliki beberapa syahid dari hadis Sahl bin Sa’ad, Ibnu Umar, dan Abu Umamah yang ia sebutkan dalam at-Ta’liqur Raghiib (1:166). Hadis tersebut meskipun secara satuannya dha’if, tetapi jika dipadukan dengan hadis mursal ini dapat menjadi kuat dan naik ke derajat hasan insya Allah Ta’ala, lihat ash-Shahiihah no. 1469).



Next

15 Waktu, Keadaan dan Tempat DOA MUSTAJAB - Part 2

Before



8. Ketika berangkat perang

Abu Dawud meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثِنْتَانِ لَا تُرَدَّانِ، أَوْ قَلَّمَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ، وَعِنْدَ الْبَأْسِ حِينَ يُلْحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا

“Ada dua yang tidak ditolak atau jarang sekali ditolak, yaitu berdoa ketika azan (antara azan dan iqamat) dan ketika perang, yakni ketika kedua pasukan bercampur baur.” (HR. Abu Dawud dan Darimi, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani. Al Hafizh berkata, “Hadis hasan shahih.”)





9. Satu waktu di hari Jumat.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

«فِيهِ سَاعَةٌ، لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ، وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ» وَأَشَارَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا

“Di dalamnya terdapat waktu, dimana tidaklah seorang muslim bertepatan dengannya sedang ia dalam keadaan berdiri shalat dan meminta sesuatu kepada Allah Ta’ala kecuali Dia akan memberikannya.”

Beliau berisyarat dengan tangannya, bahwa waktunya sedikit.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jumat (siangnya) ada 12 waktu, tidak ada seorang hamba yang muslim meminta kepada Allah sesuatu kecuali akan diberikan, maka carilah saat tersebut di waktu terakhir setelah shalat ‘Ashar.”(Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nasa’i dan Hakim, ia menshahihkannya dan disepakati oleh adz-Dzahabi)

Berdasarkan hadis ini, bahwa waktunya adalah di akhir waktu hari Jumat setelah Ashar, bisa juga ketika khutbah dan ketika shalat.





10. Ketika meminum air zamzam disertai dengan niat yang baik.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“Air Zamzam itu sesuai maksud meminumnya.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Irwaa’ no. 1123, ash-Shahiihah no. 883, dan Shahihul Jami’ no. 5378)









11. Ketika Sujud

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

“Keadaan yang paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Oleh karena itu, perbanyaklah berdoa (ketika sujud).” (HR. Muslim)



12. Ketika bangun dari tidur di malam hari setelah berdzikir dengan dzikir tertentu yang ma’tsur (disebutkan dalam hadis).

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَعَارَّ مِنَ اللَّيْلِ، فَقَالَ: لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، الحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ،وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، ثُمَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، أَوْ دَعَا، اسْتُجِيبَ لَهُ، فَإِنْ تَوَضَّأَ وَصَلَّى قُبِلَتْ صَلاَتُهُ

“Barang siapa yang bangun di malam hari, lalu ia mengucapkan, “Laailaahaillallah…dst. Sampai “Wa laa quwwata illaa billah.” (artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Segala puji bagi Allah, Mahasuci Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah.) Kemudian ia berkata, “Ya Allah, ampunilah aku.” Atau ia berdoa, maka akan dikabulkan, dan jika ia berwudhu dan shalat, maka akan diterima shalatnya.” (HR. Bukhari dan Tirmidzi)





13. Doa Orang yang Tidur Dalam Keadaan Suci dan Membaca Dzikir

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَبِيتُ عَلَى ذِكْرٍ طَاهِرًا، فَيَتَعَارُّ مِنَ اللَّيْلِ فَيَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Tidak ada seorang muslim yang tidur setelah berdzikir dan dalam keadaan suci, lalu ia bangun di malam hari, kemudian meminta kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat, kecuali Allah akan memberikannya.” (HR. Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)






14. Ketika Berdoa dengan Doa “Laailaahaillaa anta subhaanaka inniy kuntu minazh zhaalimiin.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun ketika berdoa dalam perut ikan adalah, “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Sesungguhnya tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengannya kecuali Allah akan kabulkan.” (HR. Tirmidzi, Ahmad, Hakim, dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)





15. Doa yang Dilakukan Beriringan Setelah Wafatnya Seseorang

Ummu Salamah berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui Abu Salamah. Saat itu, matanya terbelalak, maka Beliau segera memejamkannya, kemudian Beliau bersabda:

«إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ» ، فَضَجَّ نَاسٌ مِنْ أَهْلِهِ، فَقَالَ: «لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلَّا بِخَيْرٍ، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ» ، ثُمَّ قَالَ: «اللهُمَّ اغْفِرْ لِأَبِي سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ، وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ، وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ»

“Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, maka akan diikuti oleh penglihatan.” Maka keluarganya panik, lalu Beliau bersabda, “Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali yang baik, karena para malaikat mengaminkan ucapan kalian.” Kemudian Beliau berdoa, “Ya Allah, ampunilah Abu salamah. Tinggikanlah derajatnya di tengah-tengah orang yang mendapat petunjuk, gantikanlah ia pada keturunannya di tengah-tengah orang yang hidup, ampunilah kami dan dia wahai Rabbul ‘alamin, luaskanlah kuburnya dan berilah cahaya di dalamnya.” (HR. Muslim)

Advertising Here